Mari Berjualan Online Via Internet
MARI BERJUALAN ONLINE VIA INTERNET
Istilah online marketing yang bermakna berjualan apapun melalui internet sudah sangat akrab di telinga kita.
Hal ini karena sangat banyaknya pedagang, baik pedagang lama maupun baru yang barang dagangannya dijual secara online. Pengertian di online kan disini adalah menampilkan barang baik berupa foto maupun video, dilengkapi dengan berbagai informasi yang terkait dengan barang dagangan tersebut.
Pertumbuhannya pun sangat mencengangkan, sekitar 40% pertahun. Artinya pemain online di Indonesia bertambah 40% dalam satu tahun. Hal ini sangat berbeda dengan pertumbuhan pedagang konvensional. Bahkan, pemain bisnis skala internasionalpun, sudah beramai-ramai membuat sistem khusus, untuk menajamkan penjualannya via online. Sebut saja Unilever, McD, Air Asia, Danone, Lotte Mart, Garuda Indonesia, dan lain sebagainya.
Baca Juga : (Cip Corn) Lamongan Menembus Dunia
Perusahaan-perusahaan tersebut telah beberapa tahun membuat berbagai bentuk kampanye online dengan tema yang beragama. Ada yang bertemakan sosial dan lingkungan, seperti gerakan anti narkoba, penghijauan atau tanam pohon, sayang keluarga, dan lain-lain. Ada juga yang tebar diskon, diskon tiket penerbangan atau diskon belanja. Bahkan ada yang murni bisnis, seperti pengenalan produk baru, launching komunitas pecinta produk tertentu, dan sebagainya. Tentu semua dikemas menarik, baik berupa foto maupun video.
Selain beberapa perusahaan besar sebagaimana yang telah disampaikan di atas, ada juga perusahaan internasional yang sejak berdirinya hingga hari ini tetap 100 % online. Contohnya Google, Facebook, Yahoo, Ebay, Twitter, Amazon, dan lain sebagainya. Khususnya perusahaan yang berbasis "jual barang" (bukan jual jasa), mereka betul-betul tidak punya toko atau gerai. Yang dimiliki hanya gudang dan sistem penjualan lengkap. Konon, Amazon yang merupakan salah satu toko online terbesar di dunia, ukuran gudang dan omsetnya sudah mengalahkan departemen store terbesar di Amerika. Dan Tokopedia, situs belanja online di Indonesia, mengalahkan mall terbesar di Jakarta.
Baca Juga : Dilema Pahlawan Devisa
Ada beberapa alasan, mengapa sektor internet ini harus dimasuki, yaitu:
1. Mendunia
Semua situs yang terhubung dengan internet, maka situs tersebut sudah bisa diakses oleh orang sedunia. Tentunya yang mengakses juga punya koneksi internet. Dengan kata lain, jika kita memiliki produk, baik milik sendiri atau titipan orang lain maka kita berpotensi mendapat pembeli dari seluruh dunia.
2. Lebih mudah menemukan calon pelanggan
Di internet banyak sekali perangkat gratis yang bisa dimanfaatkan untuk mencari calon pelanggan. Tidak hanya itu, kita juga bisa mendapatkan informasi tentang siklus pembelian, area pemasaran yang tepat, dan sebagainya.
3. Mudah membagi katalog produk
Banyak kendala di jumpai pada produk-produk yang mempunyai variasi yang sangat banyak. Yang paling menonjol adalah biaya pencetakan. Makin banyak produk, makin banyak informasi yang harus disampaikan, otomatis makin banyak halaman katalog yang dibutuhkan. Ketika semua bagian katalog dibukukan, akan banyak yang sia-sia dan tidak berguna. Penyebabnya adalah tidak semua calon pelanggan membutuhkan semua halaman yang ada dalam katalog tersebut, dan biasanya hanya sepertiga informasi saja dalam buku yang diperlukan.
Tentu yang demikian itu tidak terjadi jika kita menggunakan online. Semua item yang hendak dijual dapat ditampilkan secara lengkap dengan fullcolor dilengkapi informasi yang selengkap-lengkapnya, tanpa perlu takut kelebihan halaman atau batasan lainnya.
Tentu yang demikian itu tidak terjadi jika kita menggunakan online. Semua item yang hendak dijual dapat ditampilkan secara lengkap dengan fullcolor dilengkapi informasi yang selengkap-lengkapnya, tanpa perlu takut kelebihan halaman atau batasan lainnya.
Baca Juga : Tak Kenal Maka Tak Sayang, Tak Paham Bisa Bernasib Malang
4. Modal Rendah
Hampir sebagian besar "pemain" online, hanya membutuhkan modal untuk membuat website saja. Bahkan, mereka yang dapat menemukan dan kemudian memanfaatkan fasilitas gratisan yang banyak tersebar di internet, dapat dikatakan tidak menggunakan modal sama sekali. Tentang barang dagangannya? Penjual tidak terlalu butuh untuk menyediakan stok karena stok hanya diadakan setelah ada pesanan, yang dana nya pun berasal dari pembeli. Hal lain yang sangat khas di internet, pembeli selalu membayar segala sesuatunya di depan, kecuali untuk dagangan yang sejak di online kan, mereka memproklamasikan dirinya punya toko konvensional dan selalu ready stock.
5. Aman, khususnya untuk penjual
Dalam bisnis online, penjual selalu berada pada posisi diuntungkan. Hal ini disebabkan pembayaran selalu dilakukan di depan, sehingga sangat beralasan, bila seorang penjual tidak punya barang dagangan tapi bisa menjual apa saja tanpa harus punya stok. Saat ada pembeli yang membayar (via transfer), penjual tinggal membelikan barang yang dimaksud, kemudian mengirimkannya kepada pembeli.
6. Bisa dikerjakan oleh semua orang
Terkait dengan perdagangan online, banyak sekali fakta yang muncul dalam 24 tahun terakhir. Beberapa diantara pelaku bisnis adalah anak pelajar SMP. Dan ini terjadi hampir merata di beberapa daerah di Indonesia. Sebagian dari mereka berjualan bahan kerajinan, cindera mata, barang elektronik, pakaian, hingga voucher game online.
7. Tidak butuh keahlian khusus
Secara umum menjual barang secara online hanya membutuhkan pengetahuan tentang seluk beluk internet. Bila penjualan dilakukan melalui media sosial, maka hanya dibutuhkan sedikit pengetahuan tentang pengaturan penempatan gambar di halaman medsos tersebut. Sedangkan bila melalui website, yang dibutuhkan adalah memahami langkah-langkah pengunggahan gambar dan penyajian informasinya saja, sehingga tidak harus bersekolah di bidang tertentu.

Comments
Post a Comment