Pahlawan Pengisi Kemerdekaan
PAHLAWAN PENGISI KEMERDEKAAN
Kata 'Pahlawan' selalu membuat orang bangga, hormat, dan merasakan ketentraman. Mengapa dia begitu disanjung orang? Dan apakah setiap orang dapat menjadi 'Pahlawan'?
Sosok 'Pahlawan'
Masyarakat memahami bahwa 'Pahlawan' lah yang dengan gagah berani mengantarkan Indonesia meraih kemerdekaan. 'Pahlawan' juga yang terus mengawal Indonesia di masa merdeka saat ini. Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani.
Di era modern saat ini, sosok Pahlawan berbeda dibandingkan dengan zaman kemerdekaan dulu, namun tetap memiliki standar yang melekat, diantaranya berkarya dengan tulus serta memiliki dedikasi yang tinggi sesuai dengan profesinya, tak hanya untuk masyarakat luas, bangsa dan negara, tetapi juga untuk lingkungan terkecil sekalipun.
Sosok 'Pahlawan' seperti apa yang bisa diterima banyak orang? Kita tahu bahwa penghargaan atau pengakuan orang pada peran penting seseorang itu sesuatu yang genuine, sesuatu yang tulus keluar dari hati. Ciri pokok seorang Pahlawan bukan disosok fisiknya yang bak superhero, bukan pada tindakannya yang berani mati atau heroik, atau bukan pula pada pengakuan oleh Penguasa Negara, tapi lebih pada kesediaannya untuk berkorban demi tujuan luhur.
Baca Juga : mereka ibu, mereka makhluk yang paling mulia
Kesadaran dan kesediaan untuk mengorbankan kepentingan pribadi dimaksud, akan menjadi ciri dari 'orang-orang besar', yang tidak dimiliki oleh sembarang orang. Karena itulah sosok 'Pahlawan' selalu bersedia mengesampingkan kebahagiaan pribadinya demi kepentingan yang lebih luas dan transedental dengan penuh ketulusan.
Setiap orang bisa menjadi'Pahlawan'
Jika kepahlawanan lebih dilihat sebagai karakter dan sebagai spirit yang selalu siap mengabdikan diri untuk umat manusia, maka dimana dia berpijak akan selalu memberikan manfaat bagi orang lain. Berangkat dari sana, maka Pahlawan itu tidak mesti terdapat pada tokoh-tokoh besar, tapi dapat pula ditemukan pada orang biasa, yang mau mengorbankan dirinya demi kepentingan umum. Mereka pantas disebut sebagai Pahlawan, sekalipun mereka tidak dimakamkan ditaman makam Pahlawan.
Setiap orang diberikan potensi kebaikan, sebagaimana dalam Q.S Asy Syam (91):8 '' Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.''
Oleh karena itu, setiap orang bisa menjadi Pahlawan dengan mengikuti ketakwaan/kebaikan yang diilhamkan kepadanya.
Melalui potensi kebaikan inilah manusia senantiasa ingin membantu orang lain atau anggota keluarganya. Menjalani hidup dengan menjadi Pahlawan sesuai kapasitas masing-masing untuk meraih ridho Nya, merupakan dambaan setiap manusia. Paling tidak menjadi Pahlawan untuk diri sendiri dengan menjadi individu yang mandiri dan independen, tidak menggantungkan nasibnya pada orang lain atau dikendalikan hidupnya oleh orang lain.
Setiap orang diberikan potensi kebaikan, sebagaimana dalam Q.S Asy Syam (91):8 '' Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.''
Oleh karena itu, setiap orang bisa menjadi Pahlawan dengan mengikuti ketakwaan/kebaikan yang diilhamkan kepadanya.
Melalui potensi kebaikan inilah manusia senantiasa ingin membantu orang lain atau anggota keluarganya. Menjalani hidup dengan menjadi Pahlawan sesuai kapasitas masing-masing untuk meraih ridho Nya, merupakan dambaan setiap manusia. Paling tidak menjadi Pahlawan untuk diri sendiri dengan menjadi individu yang mandiri dan independen, tidak menggantungkan nasibnya pada orang lain atau dikendalikan hidupnya oleh orang lain.
Baca Juga : gangguan pada anak pada usia dini
Untuk merubah nasib suatu bangsa, tidak harus menunggu kehadiran Pahlawan, kita bisa memulainya dari diri sendiri. Jika dalam diri setiap orang Indonesia mempunyai semangat untuk berbuat yang terbaik untuk dirinya, ataupun orang-orang terdekatnya, ataupun dimana saja dia ditempatkan, insya Allah segala carut marut persoalan sosial, ekonomi dan politik yang dihadapi bangsa Indonesia akan bisa dipecahkan. Dengan begitu hari Pahlawan tidak lagi sekedar memperingati momen peristiwa bersejarah tapi juga memperingati semangat atau etos kepahlawanan yang tumbuh di jiwa setiap bangsa Indonesia.Abdur Rahim, Sopir, Pahlawan Sapu Bersih Ranjau
Banyak kisah heroik berlangsung disekitar kita, dimana seseorang melakukan sesuatu hal yang tampaknya sangat sederhana, namun ternyata memiliki dampak luar biasa. Coba disimak kisah Abdur Rahim, seorang sopir yang bermodalkan Magnit kecil usang, rela menyisir jalan di Jakarta untuk membersihkan paku-paku dijalan yang sering menjadi ranjau bagi pengendara motor atau mobil.
Sepintas pengendara merasa terganggu. Namun Abdur Rahim tetap melakukannya, dan memberikan dampak luar biasa. Ia akhirnya dikenal sebagai pencetus komunitas sapu bersih ranjau. Hal kecil yang mungkin dilihat sebelah mata oleh orang lain, namun dengan ketulusan dan rasa ingin menolong orang lain, akhirnya manfaatnya dirasakan banyak orang.
Petugas Pemadam Kebakaran, Pahlawan Penyelamat Nyawa dan Harta Manusia
Kita sering mendengar jika anak-anak diberi pertanyaan, apakah cita-citanya dimasa depan? Selalu saja disebutkan bahwa keinginan mereka menjadi Dokter, Jenderal, atau bahkan Presiden. Tetapi hal yang berbeda jika disimak cita-cita anak-anak dari benua lain, banyak diantara mereka yang terobsesi menjadi Fire Man (Petugas Pemadam Kebakaran). Dalam pandangan mereka, menjadi petugas pemadam kebakaran adalah sosok Pahlawan masa kini yang memiliki sifat heroik dan sangat membanggakan.
Baca Juga : pahlawan wanita, pengubah sejarah bangsa
Petugas Pemadam Kebakaran adalah seorang yang bersedia mengorbankan dirinya demi kepentingan umum. Mereka dengan gagah berani menembus kobaran api demi keselamatan sesama. Mereka layak disebut Pahlawan Penyelamat Nyawa dan Harta Manusia.
TNI dan Polisi RI, Pahlawan Keamanan dan Keselamatan Bangsa dan Negara
Demikian halnya, dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Polisi RI yang telah mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan NKRI melalui profesinya. Sepintas mereka akan terlihat hanya sebagai aparatur publik yang sedang menjalankan tugas dan kewajibannya, namun tidak bisa dinafikkan akan keberanian dan dedikasi mereka pada tugas dan tanggung jawab yang diembannya sangat luar biasa.
Mereka selalu siap ditempatkan sebagai garda terdepan dalam membela NKRI. Mereka adalah Pahlawan Keamanan dan Keselamatan Bangsa dan Negara.
TKI, Pahlawan Devisa Negara
Cerita lain tentang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja diluar negeri. Mereka akan digaji dengan mata uang masing-masing negara di tempat mereka bekerja.
Penghasilan para TKI tidak dihabiskan di luar negeri, namun sebagian besar mereka sisihkan untuk keluarga yang ada di Indonesia. Secara tidak langsung terjadi jual-beli mata uang asing ke Indonesia, dimana para TKI mentransfer uang dari luar negeri dalam bentuk mata uang asing, maka hukumnya wajib untuk dikonversikan dalam wujud mata uang Indonesia yaitu rupiah.
Semakin banyak rupiah dibeli dengan mata uang asing maka mengakibatkan nilai rupiah semakin tinggi, dan semakin banyak penghasilan yang di bawa oleh para TKI ke tanah air, akan semakin besar pula kontribusi TKI terhadap pertumbuhan devisa negara. Apabila devisa suatu negara menguat, maka akan berdampak pada semakin tumbuhnya ekonomi di negara Indonesia, sehingga mereka layak disebut sebagai Pahlawan Devisa Negara, meskipun dalam kenyataannya, para TKI sendiri tidak pernah sepi dari aneka ragam kesulitan yang dihadapinya.
Baca Juga : laksmana Malahayati
Proses konversi mata uang asing ke mata uang rupiah ini bisa disebut dengan jual beli mata uang, dimana semakin banyak mata uang asing yang ditukarkan dalam bentuk rupiah, maka akan mengakibatkan bertambahnya mata uang asing di kas Negara RI. Mata uang asing ini disebut sebagai sumber devisa yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran antar negara.Semakin banyak rupiah dibeli dengan mata uang asing maka mengakibatkan nilai rupiah semakin tinggi, dan semakin banyak penghasilan yang di bawa oleh para TKI ke tanah air, akan semakin besar pula kontribusi TKI terhadap pertumbuhan devisa negara. Apabila devisa suatu negara menguat, maka akan berdampak pada semakin tumbuhnya ekonomi di negara Indonesia, sehingga mereka layak disebut sebagai Pahlawan Devisa Negara, meskipun dalam kenyataannya, para TKI sendiri tidak pernah sepi dari aneka ragam kesulitan yang dihadapinya.
Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Tidak ada seorangpun, apakah dia Presiden, Dokter, dan juga Jenderal, yang dapat meraih jabatannya sebagai seorang tokoh, tanpa bantuan seorang guru. Tidak akan pernah ada seorang guru, tanpa peran seorang guru. Bisa dikatakan guru sebagai sosok pewaris ilmu para rasul bagi umat manusia. Melihat pentingnya guru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah sepatutnya jika pada guru memiliki predikat sebagai Pahlawan. Seharusnya guru harus diperlakukan dengan hormat, walaupun jika dipandang dalam strata masyarakat, biasanya guru dipandang lebih rendah daripada seorang Jenderal atau Presiden.
Guru, sebuah profesi dibidang pendidikan, merupakan sosok yang sangat mulia. Mereka menempuh perjuangan dalam membina, mendidik dan mempersiapkan calon penerus bangsa, sebagai orang tua kedua di sekolah, dan berperan sangat penting demi kemajuan bangsa yang mulia dari bidang pendidikan hingga bidang lain.
Baca Juga : dilema pahlawan devisa
Salah satu hal yang tak lepas dari guru adalah peran moral dan sosial. Seorang guru dituntut untuk memiliki komitmen untuk selalu siap menjadi teladan bagi murid-muridnya, baik dari segi pengetahuan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, serta segi akhlaknya.
Guru, sebuah predikat pekerjaan atau profesi yang berkaitan dengan tanggung jawab pembentukan mental dan perkembangan intelektual anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Guru adalah pribadi yang ikhlas dalam mengamalkan ilmunya, rela menghabiskan waktu demi mewujudkan anak didik yang cerdas dan berguna bagi Nusa dan bangsa.
Dalam konteks tanggung jawab, guru tentu akan menghadapi anak didik yang memiliki bermacam-macam latar belakang budaya serta status sosial yang berbeda-beda pula. Sebuah gambaran beban mendidik yang begitu rumit dan berat, ditambah lagi dengan beragamnya tingkat kenakalan, potensi intelegensi, dan ragam lainnya yang harus 'dikelola' oleh guru. Oleh karena itu tidak salah jika konsekuensi atas tanggung jawab guru itu, kemudian padanya diberikan gelar sebagai 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa'.
Memang terkadang miris melihat banyaknya peristiwa yang dilakukan oleh para guru yang tidak bisa mencerminkan dirinya sebagai seorang guru, sebagai sumber inspirasi, panutan dan idola serta tauladan. Namun terlepas dari itu semua, tetap saja hal tersebut tidak bisa kemudian menggugurkan predikat pahlawan yang ada padanya, karena biar bagaimanapun masih banyak para guru yang rela mengeluarkan harta, pikiran, raga dan nyawanya hanya untuk mengajar dan memberikan ilmu kepada orang lain yang bahkan tak pernah menuntut imbalan apapun. Dan sesungguhnya itulah makna dan sosok guru yang sebenarnya.
Saat ini sikap heroik biasanya identik dengan 'Pahlawan' yang berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela sesama manusia dengan penuh keikhlasan. Terdapat 3 ciri seorang Pahlawan, yakni: berani, rela berkorban, serta membela kebenaran.
Sifat kepahlawanan wajib ditumbuhkan dalam setiap dada warga negara untuk mempertahankan NKRI yang adil, makmur dan sejahtera.
Memang terkadang miris melihat banyaknya peristiwa yang dilakukan oleh para guru yang tidak bisa mencerminkan dirinya sebagai seorang guru, sebagai sumber inspirasi, panutan dan idola serta tauladan. Namun terlepas dari itu semua, tetap saja hal tersebut tidak bisa kemudian menggugurkan predikat pahlawan yang ada padanya, karena biar bagaimanapun masih banyak para guru yang rela mengeluarkan harta, pikiran, raga dan nyawanya hanya untuk mengajar dan memberikan ilmu kepada orang lain yang bahkan tak pernah menuntut imbalan apapun. Dan sesungguhnya itulah makna dan sosok guru yang sebenarnya.
Baca Juga : memuliakan ibu, memuliakan anak, memuliakan keluarga
Di zaman yang tidak mudah ini, orang tidak akan mampu hidup hanya dengan sanjungan dan pujian. Gelar 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' tidak akan mampu memberi hidup yang lanyak bagi mereka, yang lebih dibutuhkan adalah perhatian dan penghargaan atas suatu pengabdian yang begitu luar biasa.Saat ini sikap heroik biasanya identik dengan 'Pahlawan' yang berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela sesama manusia dengan penuh keikhlasan. Terdapat 3 ciri seorang Pahlawan, yakni: berani, rela berkorban, serta membela kebenaran.
Sifat kepahlawanan wajib ditumbuhkan dalam setiap dada warga negara untuk mempertahankan NKRI yang adil, makmur dan sejahtera.

Comments
Post a Comment